Entah apa yang difikirkan oleh sang gadis, nampak sendu dan sedih menggelayut diwajahnya. Ia mencerna peristiwa yang terjadi, memahami tiap detil kisah mengambil makna dan merenunginya. Mungkin sudah waktunya, ada orang tahu selain diri sendiri. Rasa suka itu tidak pernah diumbar, di pamer bahwa memang ia mencintai namun ia biarkan rasa itu membenam dalam hati. Seharusnya tak selamanya ia bungkam perihal perasaan, harus ada orang yang tahu agar paham sebatas mana ia berharap.
Ia tidak prnah mencintai seseorang bertahun-tahun lamanya, hingga ia lupa bagaimana merelakan rasa cinta yang ia miliki. Ikhlas satu kata yang kini coba ia pelajari, meski tidak mudah namun sadar memaksakan perasaan bisa jadi merusak jalan cerita. Ia melibatkan logika melawan perasaan, harus ada yang di ikhlaskan, harus ada yang direlakan pergi.
Seminggu cukup baginya mengambil keputusan, rela melepaskan perasaan yang ia miliki. Tidak ada yang harus dipaksakan, karena cinta sejatinya memberi bukan meminta.
Cukup mencintai Allah dan meletakkan cinta itu dihati. Sungguh rasa cinta pada-Nya telah memenuhi rongga. Ia ikhlas menjadi perantara antara sahabat dan lelaki yang ia cintai. Apa yang ia miliki selama ini lebih dari cukup untuk membuatnya bahagia. Keimanan didada mampu menjamin bahwa ia akan tetap bahagia.
Tinggalah waktu yang akan bercerita kelak, masa lalu berbagi memori. Bahwa ada seseorang dengan keikhlasan dan ketegaran yang ia punya mampu mengalahkan perasaan bertahun-tahun yang ia pendam.
Tidak ada yang berakhir karena semua baru saja dimulai, perasaan yang teronggok lama perlahan kan ia hapus. Walau kenyataannya ia tidak pernah tahu apakah laki-laki yang ia cintai pun memiliki rasa yang sama. Bukan lagi soal berbalas perasaan yang terfikir olehnya, ada sesuatu yang jauh lebih penting. Sebelum terlanjur dan pengharapan itu kian membesar ia memilih pergi.
Kini ia telah menemukan alasan untuk melangkah, sesuatu yang ia cari sejak lama. Alasan yang mengajarkan sebuah keikhlasan, alasan yang membawanya pada alasan-alasan lainnya. Alasan yang mengajarkan apa yang dimilikinya selama ini sudah lebih dari cukup membuatnya bahagia dan saatnya ia harus berbagi kebahagiaan dengan orang yang ia cintai bersama orang yang akan dipilih menjadi pendamping hidupnya nanti.
Allah maha rahman...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar